
Terpantau sejauh ini harga minyak untuk kontrak bulan November menguat
0.11% ke level $92.16 per barrel setelah meraih level tertinggi intraday di $92.60 dan level terendah hariannya di $91.65.
Penguatan minyak sempat terpicu oleh rumor meledaknya jalur pipa akibat konflik antara Turki dan Syria, meskipun rumor tersebut belum dikonfirmasi namun konflik antara kedua negara tetangga tersebut tutur memicu kecemasan adanya perang saudara sehingga membahayakan gangguan supply.
Di lain sisi, potensi menurunnya permintaan minyak global akibat laju pertumbuhan ekonomi yang cukup suram masih dapat mengimbangi penurunan dari sisi supply.
IEA baru saja melaporkan revisi penurunan proyeksi permintaan minyak dunia 2012 menjadi 700,000 barrel per hari, yang merupakan setengah dari proyeksi pada tahun lalu. Selain itu EIA melihat adanya potensi pelemahan harga minyak dalam 5 tahun mendatang seiring kapasitas produksi minyak global meningkat dan kekacauan ekonomi akan menjaga permintaan tetap lemah.
sumber: http://m.monexnews.com
No comments:
Post a Comment